2012. Perkara Anda suka atau tidak dengan film-nya, itu mungkin masalah lain. Kami juga tidak ingin memperdebatkan apakah kiamat benar-benar akan terjadi pada tahun 2012. Satu hal yang kami ingin angkat dari cerita di atas adalah esensi yang kami tangkap dari sudut pandang pemasaran. Kehancuran yang ia gambarkan dalam ’2012’ adalah wajah yang sama dengan situasi dunia pemasaran seperti saat ini, di mana kita hidup di jaman yang chaos, penuh dengan krisis, di mana “kiamat-kiamat kecil” seakan hidup dalam kehidupan kita sehari-hari, dan menjadikannya bagian dari dinamika ruang lingkup dunia pemasaran yang kita geluti.
Dunia pemasaran saat ini tengah bergerak, mengalami transformasi besar-besaran, akibat berbagai krisis atau “kiamat kecil” yang sudah lewati, juga akibat pergerakan lanskap yang sangat cepat berubahnya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama dengan era Internet Web 2.0 dan berbagai kemajuan teknologi gadget yang ada telah merubah praktek pemasaran dari yang tadinya bersifat top-down dan vertikal, menjadi serba sejajar dan horisontal.
Satu yang dapat menolong untuk mengarungi lanskap yang penuh dengan turbulens dan kekacauan adalah pendekatan baru yang berkata kunci CONNECT! di mana praktek pemasaran yang serba ter-CONNECT! di dunia New Wave-lah yang dapat mempersiapkan pemasar untuk memenangkan pertempuran pemasaran. CONNECT! adalah ibarat kapal raksasa yang digambarkan oleh film 2012 itu sebagai penyelemat peradaban manusia (baca: dalam hal ini dunia pemasaran) di tengah masuknya kita ke era orde baru dunia pemasaran.
Di tengah seiring perjalanan waktu, dunia terus berubah dan pemasaran juga tentunya ikut berubah, dan begitu juga sebaliknya langkah pemasaran yang dilakukan oleh pemasar-pemasar yang visioner juga mengubah dunia. Sebut saja Mark Zuckeberg yang mengubah dunia lewat Facebook, Jawed Karim, Chad Hurley and Steve Chen mengubah dunia lewat YouTube, Jimmy Wales dan Larry Sanger mengubah dunia lewat Wikipedia, dan banyak lagi technopreneur lain.
Sejak Tim O’Reilly, seorang pakar teknologi internet, memproklamasikan lahirnya Web 2.0 pada saat membuat O’Reilly Media Web 2.0 Conference di tahun 2004, kita seperti hidup di dunia yang lain. Generasi baru internet ini memungkinkan kita untuk berkomunikasi, berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, berkomunitas, atau berkolaborasi satu sama lain.
Kekuatan Web 2.0 yang menelurkan berbagai produk Social Networking menjadi kian menggila. Situs-situs seperti Facebook, YouTube, MySpace, Flickr, Wikipedia, dan lain sebagainya kian digandrungi para netizen, yang melihat bahwa internet yang sesungguhnya adalah yang begini, yang lebih cool, lebih interaktif, lebih partisipatif, dan lebih sosial.
Bagi kami ada tiga tingkatan CONNECT! Yang pertama adalah Mobile CONNECT!. Pertanyaan testingnya adalah "Are you well-CONNECTED?" di dunia online maupun offline. Jika Anda punya 10,000 teman di Facebook, dan 25,000 lain mengantri, juga punya ribuan kartu nama yang didapat dari mana saja, dan kartu nama Anda juga ada di mana-mana, maka Anda sesungguhnya adalah orang yang punya mobilitas tinggi dan itu salah satu pertanda Well-Connected.
Obama punya belasan juta teman online. Karena itu, tim Obama for America (OFA) bisa berkomunikasi dengan mereka at any time. Itu semua bisa terjadi karena sudah banyak gadget yang bisa jadi konektor! Sedemikian banyak gadget yang ada, sudah sepantasnya disingkat jadi MOBILE saja. Selama Anda ber "mobile-ria" ke mana-mana Anda bisa tetap bisa berkomunikasi, untuk menjadi seseorang yang well-Connected, punya mobilitas tinggi merambah dunia Online dan Offline. Informasi update bisa masuk at any time kalau Anda Well-Connected !
CONNECT! untuk Berselancar Dalam New Wave Marketing
Berbagai perubahan yang kita alami di dalam dunia pemasaran saat ini bermuara pada lahirnya sebuah pendekatan marketing yang baru. Pendekatan marketing yang bersifat vertikal digantikan oleh pendekatan yang bersifat horisontal. Dunia pemasaran tertransform dari era ’Legacy’ ke ’New Wave.’
Sejak buku New Wave Marketing (NWM) menjadi laris, kami diundang dalam berbagai kesempatan, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kami juga tidak lupa menyebarkan virus NWM ini agar mereka tahu bahwa kita di Indonesia selalu update dengan perkembangan mutakhir di dunia pemasaran. Kunjungan kami keliling ke banyak tempat, baik ke berbagai kota di tanah air, negara-negara di kawasan ASEAN dan Asia, sampai ke Amerika, bahkan ke belahan Afrika beberapa waktu lalu adalah dalam rangka menyebarkan pemahaman tentang perubahan dunia pemasaran ini.
Seperti yang kami katakan kemarin, kekuatan era New Wave ada pada kata kunci connect. Sebab, dunia ini serba saling terhubung. Ini yang coba kami buktikan sekarang dalam kolom ini yang melibatkan beberapa pembaca Kompas dan Kompas.com dalam proses pembuatan buku yang nanti akan diluncurkan pada tanggal 10 Desember 2009, pada saat MarkPlus Conference.
Tanggapan mereka atas berbagai tulisan yang kami muat di Kompas dan Kompas.com membuktikan bahwa di dunia yang horizontal seperti sekarang, kalau kita terhubung dan membuka diri, kita dapat belajar dari sebanyak mungkin orang. Contohnya dari Mas Afiyan Afeee (jualabiz.blogspot.com) yang mencoba menanggapi artikel ”Brand Tidak Ada Gunanya Tanpa Karakter” yang dimuat di Kompas (08/11/2009), dengan menambah contoh kasus yang terjadi di Tanah Air. Mari kita simak tulisannya yang bertajuk “Merek di Era New Wave: Tunjukkan Siapa Anda Sesungguhnya”.
“Awalnya, merek (brand) digunakan untuk membedakan sebuah produk di antara produk lain yang sejenis. Dengan menggunakan merek, sebuah produk akan keluar dari kategori produk komoditas, yang harganya ditentukan oleh hukum pasar. Oleh karena itu, produk bermerek berkesempatan memasang harga di atas rata-rata harga pasar.