acne treatment

Search Engine Optimization and SEO Tools

Main Menu

Artikel
Branding
Buzz Marketing
Digital Marketing
Distribution
Kepuasan Pelanggan
Komunikasi Pemasaran
Marketing Cases
New Wave Marketing
Perilaku Konsumen
Political Marketing
Spiritual Marketing
Strategi Pemasaran
Surfing The New Wave Marketing


Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates

New Wave Marketing


PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 December 2009 07:08

Welcome to the New Wave Marketing!

PEMBACA KOMPAS.com sekalian, inilah tulisan keseratus atau tulisan terakhir saya di rubrik New Wave Marketing ini. Selama 100 hari berturut-turut sejak hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2008 saya telah mengajak Anda semua untuk sama-sama berpetualang ke era baru pemasaran ini.

Saya memang melihat bahwa perkembangan Internet dengan Web 2.0 dan Social Networking-nya serta perkembangan mobile technology bukan hanya akan mengubah lanskap dunia bisnis dan pemasaran, namun juga akan mengubah perilaku masyarakat secara keseluruhan. Jangan salah, walaupun hampir semua contoh yang saya berikan berasal dari luar Indonesia, namun praktik New Wave Marketing ini bukan hanya terjadi di negara-negara maju. Dengan kemajuan teknologi, apa-apa yang terjadi di negara-negara tersebut bisa dengan cepat masuk ke Indonesia.

Coba, siapa yang mengira sepuluh tahun lalu bahwa telepon seluler akan menjadi produk massal yang dimiliki hampir semua orang dari berbagai kalangan di Indonesia? Siapa pula yang bisa memprediksi lima tahun lalu bahwa akan ada situs yang bernama Facebook, yang membuat kita bisa menjalin kontak kembali dengan kawan kita yang sudah tidak bertemu selama belasan tahun?

Karena itulah, pemasar yang baik selalu bersikap antisipatif dan proaktif, bukan pasif menunggu. Seperti yang dikatakan begawan manajemen dunia, Peter Drucker, “Predictions? No. These are the implications of a future that has already happened.

Read more...
 
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 December 2009 07:03

New Wave Marketing: Humanizing Human Being

 

Ada yang bertanya kepada saya, darimana datangnya semua gagasan tentang New Wave Marketing (NWM) ini? Jawabannya sederhana saja. Semua ide ini berasal dari pengamatan saya terhadap praktik yang terjadi di lapangan. Saya pun sering berdiskusi dengan banyak orang—termasuk dengan tim saya di MarkPlus, Inc—sehingga konsep ini bisa semakin tajam.

Dan tentu yang terpenting adalah praktiknya secara langsung. Saya selalu bilang, practice what you preach, praktikkan apa yang kita ucapkan. Karena itulah, baik secara individu maupun secara korporat, saya juga telah mempraktikkan konsep NWM ini. Lewat Facebook misalnya, saya bisa mendapatkan banyak relasi yang sebagian berujung kepada relasi bisnis. Saya juga mendapatkan banyak masukan lewat e-mail sehingga bisa semakin memperkaya dan memperluas pengetahuan saya tentang praktik NWM.

Nah, sewaktu berkunjung ke Amerika dari pertengahan Oktober sampai awal November lalu, saya pun mengamati praktik pemasaran yang ada di sana. Saya sudah cerita bukan, apa yang saya dapat sewaktu di Starbucks, Mayo Clinic, dan IBM di kota Rochester? Kali ini saya mau cerita tentang pertemuan saya dengan sejumlah orang di Amerika. Banyak insight yang saya dapatkan. Sebaliknya, saya juga tidak lupa menyebarkan “virus” NWM ini agar mereka juga tahu bahwa kita di Indonesia selalu update dengan perkembangan mutakhir dunia pemasaran.

Last Updated on Thursday, 17 December 2009 17:36
Read more...
 
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 December 2009 06:59

Pangea Day: When the World Becomes One

 

By sharing stories, we’ve started the process of turning strangers into friends.” Itulah yang dikatakan Jehane Noujaim, seorang sutradara Amerika kelahiran Mesir, yang juga merupakan penggagas Pangea Day.

Apa itu Pangea Day? Pangea Day merupakan acara multimedia yang diselenggarakan di enam kota sekaligus: Kairo, London, Los Angeles, Mumbai, Rio de Janeiro, dan Kigali (ibu kota Rwanda). Selama empat jam pada 10 Mei 2008 lalu, keenam kota tersebut secara simultan menyelenggarakan pemutaran film, pementasan musik, dan menampilkan pidato dari sejumlah tokoh terkemuka.

Hebatnya, keseluruhan program ini disiarkan secara langsung dalam tujuh bahasa kepada jutaan orang lewat media televisi, Internet, dan telepon seluler! Acara ini bertujuan untuk menyatukan jutaan orang di seluruh dunia melalui sebuah pengalaman bersama yang unik. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta pemahaman yang lebih baik antara tiap-tiap manusia yang terdiri dari berbagai bangsa, budaya, dan bahasa.

Pangea Day sendiri diinspirasi dari kata ”Pangea” yang merupakan super benua pertama yang ada di planet bumi sekitar 250 juta tahun lampau. Saat itu bumi memang masih terdiri dari satu daratan yang mahabesar, belum terpisah-pisah menjadi benua Asia, Afrika, Eropa, dan sebagainya. Jadi, dengan pelaksanaan Pangea Day diharapkan bahwa umat manusia bisa bersatu kembali demi kesejahteraan bersama, bukannya terpisah-pisah oleh berbagai konflik seperti yang ada sekarang. Nah, pelaksanaan Pangea Day ini menjadi contoh nyata proses horisontalisasi di era new wave marketing.

Read more...
 
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 December 2009 06:55

Obama: The Era of Internet Presidency

 

PEMILIHAN Presiden Amerika Serikat sudah usai. Barack Obama sudah terpilih menjadi Presiden AS periode 2008-2012 dan akan dilantik pada 20 Januari 2009. Ada satu catatan yang menarik bagi saya dari Pilpres Amerika kali ini, yaitu bagaimana pentingnya peranan internet, terutama Web 2.0 dan social networking, sebagai media kampanye. Ini menandai era baru pemanfaatan media dalam sejarah kepresidenan di Amerika.

Dulu, pada masa kepemimpinannya, Franklin D Roosevelt (FDR) memanfaatkan radio untuk menjelaskan kebijakan New Deal-nya kepada warga Amerika. Sepanjang tahun 1933 sampai 1944, pidato radio FDR yang dikenal sebagai fireside chats ini mampu membangkitkan semangat kepada warga Amerika yang sedang dilanda the great depression dan disusul Perang Dunia Kedua.

Belasan tahun kemudian, pada September dan Oktober 1960, John F Kennedy (JFK) dan Richard Nixon melakukan debat kepresidenan untuk pertama kalinya di televisi. Hasilnya? Menurut penonton televisi, JFK yang menang. Namun, menurut pendengar radio, Nixon-lah yang menang atau setidaknya seri.

Read more...
 
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 December 2009 06:51

"We are the World": by USA for Africa

 

There comes a time, when we need a certain call. When the world, must come together as one.”


Anda tahu lirik lagu ini?

Itulah lirik pembuka dari lagu “We are the World” yang sangat populer pada tahun 1985. Lagu ini dinyanyikan secara keroyokan oleh para musisi ternama dunia, mulai dari Michael Jackson, Bob Dylan, Stevie Wonder, Tina Turner, Bruce Springsteen, Paul Simon, Kenny Rogers, dan masih banyak lagi.


Lagu ini melodinya indah, liriknya juga sederhana dan mudah diingat. Karakter vokal yang unik dari para musisi ternama ini mampu membuat harmonisasi suara yang indah, sehingga masih terngiang-ngiang di telinga kita sampai saat ini walaupun sudah lebih dari 20 tahun.


Proyek yang digarap oleh Quincy Jones ini bertujuan untuk mengumpulkan dana dalam rangka membantu upaya pemberantasan kelaparan di Ethiopia. Pada tahun 1984-1985 itu Ethiopia memang sedang mengalami tragedi kemanusiaan kekurangan pangan akibat musim kering yang berkepanjangan.


Para musisi tadi menamakan dirinya sebagai “USA for Africa”. Jangan salah, nama tersebut bukan merupakan singkatan dari “United States of America for Africa”, tapi “United Support of Artists for Africa”. Sebagian besar musisi tersebut memang berasal dari Amerika, namun ada juga yang berasal dari luar Amerika seperti Bob Geldof (dari Irlandia) dan Dan Aykroyd (Kanada).

Last Updated on Thursday, 17 December 2009 17:35
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 20

VISITOR

Today42
Yesterday116
Week158
Month792
All42880

INFORMASI SPONSORSHIP

25285_1397097813849_1424348694_2984749_5956945_n.jpg

HR EXCELLENCY

Who's Online

We have 7 guests online