|
|
|
| Written by Administrator | ||||||
| Sunday, 07 March 2010 05:15 | ||||||
|
The
Dulu tiap kali orang ditanya mau beli sepeda motor apa? Mereka pasti menjawab Honda. Hal ini berarti Honda merupakan “Top of Mind” di mata konsumen. Tapi sekarang apa yang terjadi? Konsumen mulai bingung pilih Yamaha atau Honda. Jadi sekarang ada dua Top of Mind untuk sepeda motor bagi konsumen.Tentunya hal ini sinyal bahaya bagi Honda karena Honda sudah bukan lagi menjadi pilihan konsumen untuk membeli sepeda motor baru. Terbukti Yamaha sebagai competitor sudah semakin dekat dan telah berhasil mengambil hati mind and heart konsumen. Salah satu pendekatan yang dilakukan ke dua merek tersebut sedikit berbeda. Honda masih lebih bersifat Vertikal yaitu masih mengutamakan keunggulan teknologi, bahasa iklan yang terlalu banyak kata-katanya, beriklan di media televise atau pada intinya pendekatan yang dilakukan Honda masih berdasarkan pada IQ semata. Berbeda dengan Yamaha setelah dipimpin oleh Dyonisius Beti, lebih mengutamakan / menyentuh need dan wants konsumen seperti perintis acara-acara komunitas motor, bahasa iklan yang lebih down to earth (single message) seperti menunjukkan tampilan sporty, harga jual tinggi, dan keiritan. Sebenarnya ada beberapa factor konsumen dalam memilih sepeda motor :
Anak muda sekarang sangat memperhatikan bentuk tampilan motor yang sporty. Terlihat hampir seluruh iklan yang ditampilkan oleh Yamaha selalu menonjolkan bentuk head lamp, stripping, hingga lekuk body nya. Beda dengan Honda yang masih setia menunjukkan kehebatan dari teknologi yang diusungnya.
Sebenarnya Honda unggul dalam keiritan ini dengan teknologi yang canggih maka kendaraan akan dibuat seirit mungkin. Tapi apa yang terjadi? Yamaha jusru memperbaiki di tiitk kelemahannya yang satu ini. Yamaha bahkan berani mengclaim di setiap iklannya bahwa Yamaha merupakan motor yang paling irit di kelasnya. Dengan bahasa iklan yang sedemikian rupa, maka konsumen menjadi semakin terkesan dengan Yamaha.
Sekali lagi seharusnya Honda bisa unggul di resale value ini. Dengan memiliki reputasi yang disegani dalam 30 tahun terakhir ini Honda masih unggul dalam harga jual kembali ini. Yamaha dalam 5 tahun terakhir ini mengamuk bak “ macan yang akan menerkam mangsa” juga mengclaim bahwa harga jual Yamaha juga tidak kalah dengan Honda. Ini betul-betul pertempuran persepsi kepada konsumen. Siapa yang bisa mengambil hati konsumen maka dialah yang menjadi pemenang.
Honda selama 30 tahun sejak masuk ke Itulah faktor-faktor konsumen dalam memilih sepeda motor. Kita lihat siapakah yang akan menjadi pemenang di penghujung tahun 2010 ini? INGAT KUNCINYA : REBUT HATI DAN PIKIRAN KONSUMEN MAKA DIALAH YANG AKAN MENJADI PEMENANG!! BRAVO.
By: Evan Hendrata S, S.E.,ICPM.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||
| Last Updated on Monday, 15 March 2010 14:14 |






